LIVE* Chart Real-Time SAHAM 2021

JAKARTA, investor.id – MDI Ventures, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), bersama Finch Capital menyelesaikan putaran pendanaan untuk Arise Fund sebesar US$ 40 juta atau setara Rp 574 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk menyokong perusahaan rintisan (start-up company). Pendanaan ini diperoleh dari beberapa investor dan korporasi yang salah satunya adalah perusahaan teknologi informasi asal Indonesia, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL).


Berdasarkan laporan Dealstreet Asia, Jumat (6/8), Arise Fund ingin mendukung 25 bisnis teknologi di Asia Tenggara dalam tiga tahun mendatang. Setelah menyelesaikan putaran pendanaan pertama ini, Arise Fund tengah menyiapkan investasi baru. Pihaknya menargetkan bisa meraih lima kesepakatan menjelang akhir 2021. 

Adapun pendanaan yang dipimpin oleh MDI Ventures dan Finch Capital ini akan difokuskan untuk start-up pada tahap post-seed dan sebelum seri A. Nilai pendanaan setiap putaran diperkirakan mencapai US$ 250 ribu sampai US$ 3 juta.


Arise Fund akan memberikan pendanaan kepada start-up teknologi yang berada pada tahap awal. Bahkan Arise Fund tidak menutup kemungkinan mengucurkan investasinya kepada perusahaan yang belum menyempurnakan idenya dan membantu perusahaan tersebut untuk masuk ke pasar modal melalui perusahaan afiliasi, MDI Ventures atau Centauri Fund.

“Perusahaan yang disokong oleh Arise Fund biasanya menerima pendanaan Seri A dari Centauri, kemudian Seri B dan selanjutnya dari MDI. Lalu, bisa melakukan exit melalui akuisisi oleh Grup Telkom atau melalui IPO,” kata VP of Investments MDI Ventures Aldi Adrian Hartanto.
Di sisi lain, Metrodata telah menandatangani kesepakatan subscription agreement senilai US$ 500 ribu. Dalam investasi ini, Metrodata bermitra dengan Arise Fund sebagai fund entity dan Metra Digital Innovation Pte Ltd (MDI) sebagai fund manager.

Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja mengatakan, perseroan siap memperluas langkahnya untuk berinvestasi di perusahaan start-up dengan prioritas di Indonesia. “Dana sebesar US$ 500 ribu akan disetorkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan investasi dari Arise Fund,” jelas dia.
Susanto menegaskan, investasi tersebut sejalan dengan strategi Metrodata untuk terlibat secara penuh dalam transformasi digital di Indonesia. Ke depan, perseroan tidak menutup kemungkinan akan berinvestasi lebih lanjut dan memperoleh nilai tambah investasi pada perusahaan yang telah diinvestasikan oleh Arise Fund dan MDI.

“Metrodata merupakan bagian dari ekosistem digital. Kami memiliki tujuan besar untuk mendukung penuh transformasi digital di Indonesia. Kami menyadari potensi pertumbuhan yang berasal dari perusahaan start-up dengan kehadiran pasar lokal yang kuat. Ini menjadi peluang bagus untuk menciptakan sinergi berkelanjutan,” ujar dia.
Melahirkan Unicorn

Sementara itu, Telkom menggenjot berbagai inisiatif strategis, termasuk investasi di perusahaan start-up melalui MDI Ventures. Grup Telkom siap melahirkan unicorn-unicorn baru.
Salah satu start-up potensial yang didukung oleh MDI Ventures adalah Nium, yang baru-baru ini menjadi unicorn pembayaran B2B pertama dari Asia Tenggara. Nium meraih dana US$ 200 juta pada putaran Seri D, yang dipimpin oleh investor teknologi berbasis di AS, Riverwood Capital. Dengan tambahan pendanaan Seri D, total dana yang dikumpulkan oleh Nium mencapai hampir US$ 300 juta dan mencatat valuasi di atas US$ 1 miliar.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengungkapkan, perseroan turut berbangga dengan lahirnya unicorn baru di Asia Tenggara, yaitu Nium, yang pendanaannya melalui MDI Ventures sejak 2018. Keberhasilan Nium sebagai salah satu bukti bahwa strategi Grup Telkom untuk mendukung ekosistem digital melalui sejumlah start-up potensial, baik lokal maupun global, mulai menunjukkan hasil positif.
“Hal ini juga semakin meyakinkan kami bahwa ke depan pendapatan dari bisnis digital akan kian meningkat, seiring dengan adanya synergy value dengan start-up dari MDI. Tentunya akan menjadi kebanggaan bagi Grup Telkom jika banyak unicorn lain yang terus lahir dari portofolio kami, khususnya start-up lokal yang eksis di dalam maupun luar negeri,” kata Ririek dalam keterangan tertulis.
Sepanjang tahun lalu, Telkom melalui MDI Ventures telah berinvestasi di 15 start-up baru yang tersebar di 4 negara, sehingga total investasi MDI lebih dari 50 start-up di Indonesia dan global. Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya merupakan start-up lokal.

0 Komentar